Selasa, 23 April 2013

8 Hal Penyebab Utama Gagalnya Start Up Bisnis

Saya punya seorang teman yang sudah lama saya kenal, teman saya satu ini, sebelumnya sudah cukup lama bekerja di sebuah Perusahaan besar . Kalau melihat dari kegigihan, pengalaman, pendidikan, network dan ekpertisenya sudah tidak di ragukan lagi pokoknya .

Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan mulai membangun bisnis sendiri . Sebetulnya waktu itu bidang bisnis yang di pilih sudah cukup tepat menurut pengamatan saya, malah terus berkembang, tetapi entah kenapa pada akhirnya terpaksa di tutup .

Terakhir, selalu pada saat kita lama tidak ketemu , selalu berganti jenis bisnisnya, dari mulai jaman wartel, counter hp, biro jasa , laundry , fotokopi + ATK dll .

Memang biasanya bisnis yang lagi mulai, pada awal berdirinya akan banyak menemui hal 2 umum seperti ini :

  1. Belum adanya penjualan yang berakibat aliran cashflownya tersendat
  2. Beban pengeluaran yang sudah pasti ( fixed cost )
  3. Masih terus mencari basis pelanggan yang tepat
  4. Pemilik yang masih terpaksa in-charge dalam operasional day per day, yang berakibat “melupakan “ inovasi serta strategi marketing
  5. Kurangnya dana cadangan untuk mencover biaya operasional tahap awal
  6. Kurangnya skill & pengetahuan tentang strategi bisnis si pemilik atau kurangnya pengetahuan tentang ciri khas kelemahan dari masing masing jenis / type bisnis ( critical point )
  7. Lemahnya Attitude serta karakter si pemilik dalam me-manage bisnisnya hubungannyadengan semua stake holder yang terkait ( Pelanggan, Suplier, Perbankan , Karyawan dll )
  8. Kurangnya disiplin, komitmen, persistensi, usaha & doa dalam membangun bisnis .

Hampir semua bisnis pada awalnya pasti akan mengalami masa-masa sulit seperti tersebut di atas, tinggal bagaimana kita sebagai pemilik untuk peka & menguasai point point kritis tersebut. Di dalam prosesnya , kita boleh boleh saja merubah “ Strategi “ tanpa perlu merubah, fokus dan target bisnis kita .


Salam sukses



Try Atmojo
Owner : www.raxzel.com

Senin, 15 April 2013

Trik & Trik Cara Melakukan Promosi Bisnis di Media Sosial

Kemajuan teknologi membuat setiap orang bisa dengan mudah membangun usahanya secara online. Bisnis berbasis internet bisa digunakan untuk mempromosikan usaha ke masyarakat luas dengan biaya yang lebih murah dan cepat. Modalnya kecil, namun penyebarannya sangat luas, itulah yang membuat bisnis online banyak diminati baik sebagai usaha utama maupun usaha sampingan.

Di Indonesia sendiri, peminat bisnis online semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut data dari Deloitte Access Economics: The Connected Archipelago: The Role of the Internet in Indonesia's Economic Development tahun 2011 terhadap 200 UKM di Indonesia, 29 persen penjualan UKM per tahun merupakan hasil usaha online.

Meski untungnya menggiurkan, namun tak semua bisnis online ini bisa menjamin kesuksesan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Anda mengembangkan bisnis online.

1. Mulai dengan website gratis

Sekarang ini banyak website yang menghadirkan fitur gratis untuk berjualan. Anda bisa memulai usaha Anda dengan memanfaatkan website gratis ini. Dengan demikian, Anda bisa menghemat modal pembuatan toko online. Selain itu, website ini merupakan langkah percobaan untuk mengetahui tingkat penjualan Anda.

2. Uji tingkat penjualan
Salah satu keuntungan bisnis online adalah fleksibilitas waktunya. Dengan bisnis ini, Anda punya waktu lebih luang untuk menatanya sesuai keinginan. Website Anda adalah sebuah kanvas di mana Anda bisa menguji dan memperbaiki ide desain dan pesan sampai Anda menemukan kunci rahasia kesuksesan. Mulailah dengan melakukan beberapa perubahan pada toko online Anda, misalnya desain yang jelas, mengubah teks website, dan membuat penawaran khusus. Setelah melakukan semua hal ini, ukurlah respons pelanggan maksimal sebulan sekali. Ini berguna untuk mengetahui minat masyarakat mengenai produk Anda, dan menilai keuntungan Anda.

3. Penjualan delapan detik
Menurut Vered Avrahami dalam artikelnya yang berjudul 6 Tips for Building a Business Online, rata-rata orang akan bertahan melihat website hanya delapan detik saja. Untuk meningkatkan penjualan produk online Anda, sebaiknya tempatkan konten produk jualan Anda di bagian depan. Pastikan bahwa informasi yang paling penting muncul dan terlihat jelas, sehingga pengunjung website mudah melakukan navigasi.

4. Gunakan media sosial dengan hati-hati
Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain, merupakan sarana yang umum digunakan untuk promosi usaha. Namun sebaiknya, jangan menggunakan media ini sebagai alat promosi, terutama ketika Anda sedang berkomunikasi dengan klien potensial. Bangunlah jaringan komunikasi khusus dengan klien Anda secara personal, dan bukan dengan semua teman di jaringan sosial Anda. Ini akan membantu Anda untuk bersikap seperti seorang penjual yang profesional, dan promosi Anda tidak sekadar dianggap sebagai "sampah". Selain itu, hal ini akan membuat klien Anda merasa lebih dihargai.


Sumber: GALTime